Rabu, 08 Juni 2016

Renungan pagi penuh berkah

Hakekat Orang yang Berilmu


■ Ilmu bukanlah diukur dengan banyaknya    
    seseorang 

□ berbicara masalah agama, 
□ semisal memberikan nasihat, 
□ mengumpulkan catatan, 
□ berbagi catatan, 
□ membahas suatu permasalahan 
□ atau berbantah-bantahan sekedar untuk "menampakkan" diri sebagai orang yang berilmu.

■ Tapi ilmu adalah sejauh mana rasa takut seseorang kepada Allah. 

■ Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.


■ Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa menahan dirinya dari akhlak yang buruk dan dari kezhaliman semisal 

□ berkata kasar, 
□ mencaci-maki, 
□ mencela, 
□ atau merendahkan saudaranya sesama muslim.


■ Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa menjaga relung-relung hatinya dari sifat 

□ ujub, 
□ sombong, 
□ hasad, 
□ dan berbagai penyakit hati lain yang dapat membinasakannya.

●Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata:

ليس العلم بكثرة الرواية ولكن العلم الخشية

"Ilmu itu bukanlah banyaknya (hafalan) riwayat, melainkan rasa takut (kepada Allah)."

(Al Fawa'id, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH, itulah ORANG YANG BERILMU, yang dengan ilmunya menyampaikan mereka kepada RASA TAKUT KEPADA ALLAH.

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

"Sesungguhnya yang TAKUT KEPADA ALLAH di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama 
(orang yang berilmu)."

(Fathir: 28).

●Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan:

"Maknanya adalah, tidak ada yang merasa takut kepada-Nya kecuali SEORANG YANG BERILMU. 

Ini artinya, Allah memberitakan bahwa SETIAP ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH maka ITULAH ORANG YANG BERILMU." 

(Al-Iman, takhrij Syaikh Al-Albani rahimahullah)

Semoga bermanfaat....

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang baik mencerminkan pribadi yang baik