Rabu, 08 Juni 2016

Di antara orang yang berhak mendapatkan pertolongan Allah ‘Azza wa Jalla

 📝  Ibnu Mukhtar

Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam untuk Rasulullah. Amma ba’du.

Saudaraku seislam yang saya muliakan, semoga Allah memberikan kepada kita kefahaman dan manfaat dari hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama berikut :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم : ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمُ الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ الله  وَالْمُكَاتَبُ الَّذِى يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِى يُرِيدُ الْعَفَافَ 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda ; “Ada tiga  hamba yang berhak ditolong Allah. (Hamba-hamba Allah yang berhak ditolong oleh-Nya  itu adalah) ; 

Beberapa kisah disekeliling kita

👉Ada orang yg dikasi kebangkrutan sm Allah..tdnya masyaAllah kaya bgt tp ga pernah sholat...stlh dikasi miskin malah skr rajin :-| solat di masjid dan skr kenal sunnah

Apa kita harus nunggu diuji dl sm Allah ..?dibikin melarat dulu sm Allah..baru kita mau solat ?semoga tidak ya...


👉Ada seorang musisi besar ..dari panggung ke panggung bahkan smpai terkenal di luar negri..krn jarang memberikan pendidikan agama buat anaknya ..hingga anaknya ngedrugs dll..akhirnya si musisi ini sadar..taubat..menyesal krn tdk pernah ngajarin islam dan  sunnah ke anaknya...hingga skr akhirnya qodarullah ia mengenal sunnah dan meninggalkan musik..

Apakah kita hrs seperti kisah ini juga?yg hrs kehilangan anak yg dicintai..yg tdk pernah memberikan ilmu agama buat anaknya..stlh dikasi ujian sprti ini,baru kita taubat dan sadar? Semoga tidak...

Banyak sekali kisah yg terjadi disekeliling kita...
Intinya..ujian itu bukan cm dikasi miskin..dikasi ujian..dikasi sakit..

tp kl kita dikasi harta dan dibikin famous..dibikin ngetop di dunia..dibikin kaya raya..dan smua nikmat2 yg alaihim gambreng..ati2 itu juga ujian..

Makin banyak harta makin lupa sm Allah..
makin ngetop makin lupa sm Allah..itulah istidraj.
Garisbawahi..itulah istidraj.
Allah kasih kita kenikmatan diawal2..tp azabnya belakangan..

Ketika dikasi rejeki kita lgsg bilang alhamdulillah lg disayang allah nih gw...giliran dpt musibah ngmg ny..allah kok tega bgt ya...


Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku” . (QS. Al Fajr :15-16)


Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar” (QS. Al Mu’minun:55-56).


Dan jgn bersedih bila dikasi ujian sm Allah..dikasi penyakit..karna apabila kita bersabar maka itu sebagai penggugur dosa dosa kita. 

👉 Dan mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, Padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit (QS Ar-Ra'du : 26) 

👉 Demi Allah, tidaklah dunia dibandingkan akhirat kecuali seperti seseorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, maka lihatlah apa yang tersisa di jarinya jika ia keluarkan dari laut?" (HR Muslim no 2868)

Makna rejeki

Apa itu rezeki?

Rezeki adalah:
هُوَ كُلُّ مَا تَنْتَفِعُ بِهِ مِمَّا اَبَاحَهُ اللهُ لَكَ سَوَاءٌ كَانَ مَلْبُوْسٌ اَوْ مَطْعُوْمٌ … حَتَّى الزَّوْجَة رِزْق، الاَوْلاَدُ وَ البَنَاتُ رِزْقٌ وَ الصِّحَةُ وَ السَّمْعُ وَ العَقْلُ …الخ
“Segala sesuatu yang bermanfaat yang Allah halalkan untukmu, entah berupa pakaian, makanan, sampai pada istri. Itu semua termasuk rezeki. Begitu pula anak laki-laki atau anak peremupuan termasuk rezeki. Termasuk pula dalam hal ini adalah kesehatan, pendengaran dan penglihatan.”

Pemanfaatan Rezeki

Rezeki yang kita peroleh wajib dimanfaatkan untuk hal yang baik. Disebut dalam ayat,
وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“Dan menafkahkan (mengeluarkan) sebagian rezeki yang dinafkahkan untuk mereka.” (QS. Al-Baqarah: 3)

Renungan pagi penuh berkah

Hakekat Orang yang Berilmu


■ Ilmu bukanlah diukur dengan banyaknya    
    seseorang 

□ berbicara masalah agama, 
□ semisal memberikan nasihat, 
□ mengumpulkan catatan, 
□ berbagi catatan, 
□ membahas suatu permasalahan 
□ atau berbantah-bantahan sekedar untuk "menampakkan" diri sebagai orang yang berilmu.

■ Tapi ilmu adalah sejauh mana rasa takut seseorang kepada Allah. 

■ Yang dengan rasa takutnya itu ia akan senantiasa melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hanya ada sisa-sisa waktu ala kadarnya untuk akhirat

Untuk bisa sukses masuk fakultas kedokteran misalnya, belajar dengan giat dan mati-matian, menyediakan waktu khusus yang banyak untuk belajar dan tidak boleh diganggu. 

Akan tetapi untuk bisa masuk surga, hanya secukupnya saja usahanya (bahkan tidak ada usaha), tidak ada waktu khusus untuk menuntut ilmu, belajar bagaimana bisa masuk surga tertinggi dan cepat tanpa hisab, waktunya untuk bisa sukses masuk surga hanya waktu-waktu sisa, sesempatnya saja (bahkan tidak ada waktu sama sekali) .

Tidak ada waktu khusus untuk muhasabah diri, tidak ada waktu khusus untuk bermunajat dan mengadu kepada Allah mengenai kehidupanya serta tidak ada waktu khusus untuk memohon dan memelas mengetuk pintu langit agar memudahkan urusannya.